Cegah Obesitas Dengan Mengatur Kalori

Mengatur Kalori, Mencegah Obesitas

Di Amerika, Obesitas menjadi permasalahan khusus. Pemerintah Amerika menganggap kasus obesitas adalah sebuah masalah yang sangat serius. Bahkan menurut penelitian, pemerintah Amerika telah menggelontorkan dana lebih dari 150 miliar dolar untuk mengatasi problem massal ini.

obesitas

Banyaknya warga Amerika dan kota-kota besar di dunia mengalami obesitas, disebabkan karena pola makan yang tidak sehat. Sebagian besar warga kota lebih senang mengonsumsi makanan berkalori tinggi seperti hidangan cepat saji (fast food) dan sajian kaya gula (seperti donat, cokelat, roti isi atau sandwich serta burger).

Kesadaran untuk mengatur kalori yang masuk dalam tubuhnya benar-benar rendah. Pola hidup mereka yang serba cepat, membuat perhatian mereka terhadap kandungan nutrisi dalam makanan yang dikonsumsi menjadi rendah. Yang terpenting, makanan itu cepat saji, enak dan mengenyangkan. Selesai.

Akibatnya, di Amerika sana, restoran cepat saji sangat banyak. Dengan aneka makanan pemanja lidah tapi tidak untuk kesehatan, warga Amerika terbiasa mengonsumsi itu. Tanpa disadari, kesehatan menjadi hal yang dipertaruhkan. Mereka kurang memerhatikan dampak panjang dari kebiasaannya tersebut.

Kita sendiri menyadari bahwa umumnya kasus kegemukan diawali dengan pola makan yang salah dan berlebihan. Meskipun ada kemungkinan, faktor genetis memiliki pengaruh, namun faktor ini cukup kecil dibanding dampak makanan atau minuman yang dikonsumsi serta kebiasaan berolahraga secara teratur.

Beberapa penelitian terkini menyebutkan bahwa makanan cepat saji dengan kalori yang tinggi dapat memicu rasa ketagihan pada diri seseorang. Sehingga dirinya ingin selalu mengonsumsi makanan tersebut.

Hal ini dibuktikan dengan penelitian yang dilansir oleh Jurnal Nature Neuroscience yang mencoba beberapa jenis makanan berkalori tinggi pada sejumlah hewan coba (tikus). Hasil penelitian tersebut menyebutkan, bahwa tikus yang diberikan makanan berkalori tinggi akan menghasilkan zat dopamin yang tinggi pula.

Dopamin adalah zat yang berhubungan dengan sistem saraf vertebrata (hewan bertulang belakang). Dopamin memicu individu untuk selalu mengunyah dan mengunyah makanan dengan kalori yang tinggi pula. Ketika keinginan tersebut tercapai, maka kandungan dopamin dalam individu tersebut turun. Namun, keinginan untuk mengunyah kembali muncul tidak lama kemudian.

Perlu kita ketahui bahwa dopamin juga dihasilkan di dalam tubuh manusia. Dopamin memberikan efek ketagihan pada diri manusia seperti halnya pada vertebrata yang lain. Dopamin berperan besar dalam proses keranjingan rokok, kopi ataupun narkoba.

Begitu pula dengan konsumsi makanan cepat saji. Dopamin dengan mudah teraktivasi sehingga seakan memaksa manusia untuk terus mengunyah dan mengunyah. Pengaruh dari zat Dopamin ini mungkin tidak begitu disadari, yang dapat dirasakan hanyalah rasa yang enak bagi sebagian besar lidah manusia, sehingga keinginan untuk terus mengonsumsinya sulit untuk dihentikan.

Perhatikan makanan-makanan yang Anda konsumsi. Berikut beberapa jenis makanan yang mengandung kalori tinggi yang sebaiknya dihindari agar tubuh tidak menjadi kegemukan :

  1. Es krim
    Kandungan santan, susu, dan gula yang tinggi dalam es krim membuat es krim menjadi salah satu makanan yang membuat kita cepat gemuk. Apalagi es krim sering membuat wanita ketagihan mengkonsumsinya. Akan tetapi, jika Anda memang ingin makan es krim maka sebaiknya pilih es krim yang mengandung susu rendah lemak, dan mengurangi topping yang tinggi lemak dan gula seperti karamel, biskuit, dan krim. 1 cup es krim (144 gr) mengandung sekitar 289 kalori.
  2. Coklat
    Coklat adalah salah satu makanan yang membuat kita ketagihan karena coklat memiliki efek penenang saat stress. Efek tenang ini ditimbulkan dari theobromine yang terdapat dalam coklat. Makan coklat dalam jumlah wajar tidak akan membuat tubuh menjadi gemuk. Walaupun demikian, untuk meningkatkan cita rasa, coklat yang di jual di pasaran diberi bahan tambahan, seperti susu, kacang-kacangan, minyak palem, gula dan sebagainya. Bahan-bahan tambahan itulah yang membuat coklat bisa menyumbang sejumlah kalori bila dikonsumsi. 100 gr coklat batangan dapat menyumbang 500 kalori bagi tubuh kita.
  3. Makanan cepat saji
    Makanan cepat saji adalah salah satu makanan yang dapat membuat kita cepat gemuk karena nilai nutrisinya yang tidak seimbang. Makanan cepat saji memiliki kandungan gizi tidak seimbang. “Kebanyakan mengandung kalori tinggi tetapi sangat rendah serat. Juga, tinggi kandungan lemak, gula, dan garam,” demikian ungkap Prof. Dr. Ali Khomsan, Ketua Pasca Sarjana Ilmu Gizi Masyarakat Institut Pertanian Bogor. Oleh sebab itu, fast food adalah salah satu musuh utama diet.
  4. Soft drink
    Minum soda sesekali saja memang tidak akan bikin gemuk, namun minuman bersoda dapat membuat kecanduan. Orang yang sudah kecanduan hampir tiap hari minum soda bahkan sehari bisa beberapa kali. Peneliti di University of Texas menemukan bahwa soda meningkatkan risiko obesitas rata-rata 32,8 persen, sedangkan diet coke (soda bebas gula) justru meningkatkan risiko hingga 54,5. Maka soda bebas gula tak selalu sehat. Sebagian besar minuman soda mengandung 250 kalori per 600 ml. Tak ada kandungan nutrisi atau mineral di dalamnya, melainkan hanya gula dan kafein.
  5. Gorengan
    Gorengan adalah salah satu makanan khas Indonesia yang disukai banyak orang. Gorengan membuat rasa lapar kita hilang sementara. Apalagi rasanya guruh dan renyah di lidah. Akan tetapi, gorengan dapat membuat kita cepat gemuk. Gorengan mengandung banyak lemak yang berasal dari minyak. Selain itu gorengan juga mengandung kolesterol, dan dapat memicu penyakit berat seperti penyakit jantung dan stroke. Apalagi, di pinggir jalan, gorengan dibuat dari minyak jelantah yang tidak baik untuk kesehatan.

Pada akhirnya, pintar-pintar mengatur kalori yang masuk ke dalam tubuh menjadi upaya yang mutlak harus dilakukan. Itupun jika Anda peduli dengan kesehatan.

Kontrol asupan kalori harian anda dengan meng-konsumsi shake Herbalife, minuman nutrisi pengganti makanan dengan kalori yang sangat rendah

kandungan shake herbalife

  • Sebagai makanan sehat bagi diet anda yang mengandung hingga 24 vitamin, mineral dan nutrisi penting serta 9 gram protein dan serat yang membantu untuk mengelola berat badan.
  • Berbentuk seperti susu bubuk terdiri dari bahan organik kedelai dan makanan lainnya.
  • Sebagai bahan bakar tubuh, shake membuat anda selalu merasa kenyang, puas dan berenergi.
  • Soy protein dari kedelai yang sudah tidak mengandung purin, sangat baik dan aman untuk penderita Asam Urat.
  • Dibuat dari campuran bahan-bahan yang alami termasuk protein, karbohidrat, vitamin, mineral dan herbal.
  • Shake sangat baik bagi penderita Diabetes Melitus (Kencing Manis) karena mengandung fructose yaitu sumber utama karbohidrat yang terbuat dari madu murni berkualitas terbaik yang dikeringkan.
  • Shake mengandung soy protein dari kacang kedelai, yaitu protein yang paling tinggi manfaatnya karena tidak mengandung lemak.
  • Soy protein dalam shake sangat baik untuk penderita Kanker Payudara (Breast Cancer), Keropos Tulang (ostheoporosis), menurunkan kadar kolesterol, baik untuk jantung, dan menyeimbangkan hormon, dalam tubuh
  • Singkatnya, 70% keperluan tubuh akan vitamin dan mineral berasal dari shake. Cocok sebagai menu diet sehat menurunkan berat badan.

Untuk Pemesanan  :

[mantra-button-dark url=”#”]Contact : BB 59A0D8E9– Hp 085600609007 (INDOSAT)[/mantra-button-dark]

Incoming search terms:

obesitas,makanan untuk obesitas,makanan untuk penderita obesitas,makanan yang tidak dianjurkan untuk penderita obesitas,menu khusus penyakit obesitas
Tagged , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *